Kampung Lauk, rumah makan wajib di Palangkaraya

30 01 2010

Berkunjung ke Palangkaraya belum lengkap jika belum melihat ikonya yaitu, Jembatan Kahayan dan tetap belum lengkap juga klo belum merasakan rumah makan khasnya.
Tidak begitu jauh dari Jembatan Kahayan tsb, cukup melewati jembatan tersebut sambil menikmati pemandangan kota Palangkaraya dari atas jembatan sekitar 5menit ke arah luar kota ada sebuah rumah makan yang cukup unik.
Terpampang di depannya tulisan, Kampung Lauk dan tentunya berderet2 mobil. Dari namanya saja kita pasti sudah bisa menyimpulkan kalau rumah makan ini bakal mengkhususkan makanan bernama ikan. Yup, kampung lauk ini khusus menyajikan makanan dari ikan mulai dari Nila, Bawal,Patin, Emas, JelawAt termasuk juga Udang. Ikannya disajikan mulai dari yg digoreng sampai dibakar.
Kenapa unik? Berada di pinggir sungai Kahayan yang berupa pondok-pondok berpanggung, sehingga kita bisa menikmati aktivitas2 sungai kahayan, kapal/klotok lewat, pesawat capung mendarat, memancing, dll. Dan yang lebih unik lagi, ikan2nya segeeer dikarenakan langsung ditangkap di kolamnya baru dimasak, karena sebelumnya lokasi ini tempat pembenihan ikan. Sehingga sangat wajar menunggunya lama, setengah jam tmasuk sangat cepat menunggu makanan datang. Dan uniknya lagi kita bayar ikannya bukan berdasarkan jumlah dimakan, tp berdasarkan berat ikannya. Dan yang patut dicatat lagi, pondoknya gratis. Hmmmm, makanan yg mungkin sangat khas dan hanya ada di kalteng adalah sayur rotan, sehingga merupakan kewajiban utk memasukkan ke list pesanAn .





Pasar Terapung Lok Baintan

27 01 2010

Kalau ke Banjarmasin tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Pasar Terapungnya. Dan gw juga sudah mencoba mengunjungi Pasar Terapung tersebut yang memang tidak jauh dari kota, tetapi menurut teman gw, Pasar Terapung di Banjarmasin itu tidak hanya berada yang di Kuin , tetapi juga masih ada Pasar Terapung yang lebih bagus dan eksotis di sekitaran Banjarmasin.

Lok Baintan sendiri tidak termasuk kedalam daerah kota Banjarmasin karena sebenarnya sudah termasuk ke daerah Kab Banjar. Dari kota Banjarmasin sendiri ke lokasi Pasar Terapung ini butuh waktu lebih kurang 30menit menggunakan klotok ataupun sejam jika membawa mobil sendiri.

Pasar Terapung ini tepatnya berada di Sungai Tabuk yang nantinya juga melewati kota Banjarmasin, sehingga dari kota Banjarmasin bisa ditempuh via darat maupun sungai. Gw sendiri mencoba ke lokasi ini menggunakan darat dengan hanya ditemani peta wisata kota Banjarmasin dengan menyusuri jalan veteran ke arah luar kota dan terus sampai ujung dengan mengikuti petunjuk di pinggir jalan nantinya. Dan memang jika kita via darat memang terasa sangat jauh sekali dan serasa berada di pelosok karena dari jalan yang beraspal mulus nanti kita juga melewati jalanan pinggi sawah/sungai yang masih tanah sepanjang +/- 2 km.

Pasarnya sendiri dimulai pukul 07 pagi sampai jam 9 pagi, dan memang agak siang dibandingin pasar terapung Kuin. Dan jika untuk fotografer yang ingin capture suasana keramain pasar sebaiknya sudah di lokasi pukul 07 pagi tersebut, sehingga suasana keramean pasar masih bisa terekam di spot yang tepat. Karena pasar terapung ini sendiri karena penjualnya menggunakan klotok, maka pasarnya sendiri juga akan mengikuti arus yang ke bawah.





Danau-danau’an Palangkaraya

10 12 2009

Seperti layaknya danau terdahulu yang di Palangkaraya dan juga ada yang lebih dekat dari danau tersebut, ada danau yang juga bekas galian pasir.  Dan danau ini memang berbeda dari danau lain yg berupa genangan air dari anak sungai.

Gw juga gak begitu jelas kenapa danau ini dinamai danau Taman Gaul dan malah sekarang pengelolanya mempromosikan nama Fantacy Beach (anech khan bunyinya???).

Dan kenapa juga gw nyebutnya danau Taman Gaul, karena ada di salah satu pohon tersebut yang tertulis Taman Gaul, so orang-orang kenalnya itu. Yup , benar banget danau ini sangat gampang sekali dicari karena lokasinya berada persis di pionggir jalan raya antara Palangkaraya – Kasongan tepatnya di Km21, nach kadang-kadang juga dikenal sebagai danau twenty one.

Keunikan dari danau yang bekas galian pasir ini yaitu di pasirnya yang berwarna putih layaknya pantai , tetapi airnya berwarna merah. Saat ini didanau yang tadinya hanya genangan air biasa telah disulap sebagai tempat wisata bagi warga Palangkaraya dsk, disini pengunjung bisa berenang di air merah dengan ditemani waterboom mini(tepatnya perosotan..heheh), trus ada sepeda air.

Untuk fasilitas disini sudah disediakan lahan parkir, ada rumah makannya plus pondok-pondok diatas danau. Dan bagi yang agak sungkan berenang di air merah juga bisa memancing di kolam yang diisi ikan patin.

O iya, disini juga bagus untuk penggemar fotografi terutama ketika sore menjelang karena sunsetnya sangat bagus disini. dan bagi mereka yg mencari tempat wisata murah meriah atau melihat pantai dengan air merah bisa datang kesini, hehehehe