Sigombing Kebon Sirih

19 11 2009

Jika ke Jakarta, tentu tidak lengkap pula rasanya jika tidak merasakan kuliner khasnya. Nach, menurut gw salah satu kuliner yang sangat khas dan enak adalah Nasi Goreng Kambing. Pasti pada kaget….kenapa Nasi Goreng Kambing?…..Karena sepengatahuan kita Nasi Goreng itu bukannya dimana-mana ada, jadi bukan khas Jakarta tentunya, yup bener,..walopun ditambah Kambing memang belum cukup khas sebagai makanan asli Jakarta.

Nach, Nasi Goreng Kambing yang ini dibilang khas dikarenakan rasanya yang mak nyoss menurut versi salah satu pakar kuliner Indonesia. Dan gw juga udah membuktikannya sendiri, sebagai warga Jakarta yang bekerja di daerah Kebon Sirih sangat sering makan disini. Yup, sesuai nama daerahnya tadi, Nasi Goreng Kambing (Sigombing) ini namanya Nasi Goreng Kambing Kebon Sirih dan inipun cuman hanya disini doank. Ech ada 2 dink, satu lagi di Jalan Sabang–masih dekat Kebon Sirih.

Tapi jangan dibayangkan jika Sigombing ini berada di cafe di lobby gedung ataupun di foodcourt sebuah mal ataupun berada di ruko, sigombing ini hanya berupa warung di salah satu gang sempit antara pencakara langit di jalan Kebon Sirih tepatnya diantara Menara Ravindo dan BNI Kebon Sirih. Dan tempatnya sangat sederhana sekali berupa warung kecil, tetapi pelanggannya dari kalangan yang hanya jalan kaki sampai bermobil mewah. Trus temapat makannya gimana?…Nach ini juga unik, selain di warungnya yang hanya cukup beberapa orang saja, kita juga bisa makan di trotoar sambil menikmati suasana jalanan Kebon Sirih yang ramai ataupun cukup makan dari mobil yang satu jalur di Kebon Sirih ini bisa siungsikan sebagai parkir ketika jam kantor sudah lewat.

O iya, Sigombing ini bukanya tiap hari mulai sore hari sampai malam. Dan harap bersabar jika di hari libur apalagi malam minggu, antriannya panjang.

Seperti di bilang sebelumnya lokasinya berada di Jalan Kebon Sirih Raya -jalan satu arah dari Sudirman arah Tugu Tani. Dan jika yang masih awam dengan Jakarta ke tempat ini bisa dijangkau dengan naik Busway koridor 1 turun di Halte BI kemudian jalan kaki ke Kebon Sirih arah Tugu Tani/Sabang.





Merasakan suasana Jakarta Tempo Doeloe

15 11 2009

Jakarta sebagai ibukota negara kita, Republik Indonesia yang saat ini disebut juga DKI(Daerah Khusus Ibukota) Jakarta tidak terlepas dari sejarah berdirinya jaman baheula. Nach, untuk saat ini kota Jakarta yang telah berumur beratus tahun ini bisa dirasakan juga bagaimana pentingnya dulu Jakarta di jaman Belanda dulu, Batavia.

kota1

Nach untuk merasakan bagaimana suksesnya Batavia jaman dulu ini kita bisa berkunjung ke daerah Kota namanya yang saat ini termasuk daerah Kotamadya Jakarta Utara atau disebut juga dengan daerah Kota Tua Jakarta atau Old Batavia. Di daerah yang tidak begitu luas ini kita bisa menjumpai gedung-gedung sisa-sisa kesuksesan Batavia jaman dulu dan umumnya juga sudah dijadikan museum seperti Kantor Pos, Bank Indonesia,Museum Fatahillah,  Jembatan Kota Intan, Stasiun, dan masih banyak yang lain.

Untuk saat ini, Kota Tua ini sudah kembali dirawat dengan merehabilitasi gedung-gedung itu kembali seperti Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia yang sekarang sangat cantik dengan arsitektur Belanda dulu termasuk juga Stasiun kereta api yang dikenal dengan nama Stasiun Beos.

kota2

Untuk mencapai kota ini sangatlah gampang, cukup turun di Halte Busway Kota(paling ujung) koridor 1 (Blok M-Kota) ataupun naik kereta api dan turun di stasiun Kota/Beos dan kemudian dari Halte Kota atau Stasiun Kota ini bisa dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri deretan gedung-gedung tua dimulai dari Museum Bank Mandiri di seberang Halte dan Stasiun. Tetapi jika ingin merasakan sensasi berbeda dengan sensasi jaman dulu bisa menikmati ojek sepeda sampai ke sentral Kota Tua di seputaran Museum Fatahillah. Dari Halte/Stasiun tersebut lebih kurang hanya 500m.

O iya, jika ingin merasakan seperti apa kuliner jaman dulu, disini masih ada cafe Batavia yang sepertinya masih mempertahankan suasana batavia dulu, dan tenang jika pengen masakan jaman sekarang disekitaran Museum Fatahillah ini juga sudah ada pedagang kaki lima dengan jajanan khas seperti nasi goreng, sate dll.

Dan ke sini waktu yang paling tepat datang adalah sore menjelang malam, banyak aktivitas yang ada seperti fotografi, skater, nongkrong ataupun hanya pindah internetan karena PEMDA menyediakan akses hotspot dari TELKOMHotspot. Jadi jika ingin langsung upload status atau foto ketika berada disana bisa langsung dach. Enjoy Jakarta !!!





Pusat oleh-oleh Balikpapan

30 09 2009

Berkunjung ke suatu kota belum lengkap dan belum bakal diakui oleh orang lain kalau kita belum berkunjung ke lokasi-lokasi yang terkenal di kota tersebut. Dan jika telah berkunjung ke lokasinya juga tidak bakal diakui oleh orang lain kalau belum membawa barang-barang yang unik dari kota tersebut, yup oleh-oleh tentunya.

Nach di kota Balikpapan ini, ada suatu lokasi tepatnya pasar yang khusus menjual oleh-oleh khas Balikpapan ataupun Kalimantan TImur pada umumnya dan malah Kalimantan kayaknya, karena saya sempat melihat batu-batu mulia dari Martapura ataupun kerajinan dari Getah Nyatu kalimantan Tengah. Selain barang-barang dari kota lain tersebut, disini tentu lebih banyak menyediakan barang-barang khas Kalimantan Timur tentunya seperti pakaian-pakaian serta pernak pernik Dayak Kalimantan TImur yang berciri khas berwarna cerah seperti kuning. O iya, tempat oleh-oleh ini namanya Pasar Kebun Sayur. Tapi jangan harap disini bisa ketemu dengan yang namanya bayam, kangkung ataupun kol, hehehehehehehe.

kbnsayur1

Yoi, Kebun Sayur ini hanya berupa nama daerah di Balikpapan dan lokasinya juga tidak jauh dari kota tepatnya ini berada dekat kota asal Balikpapan alias kota tuanya. Pasar ini sangat luas untuk ukuran pasar dan lumayan bersih dan tentunya sangat rame sehingga mencari tempat parkir sangat susah sekali.

kbnsayur2

Dan di pasar ini oleh-oleh yang dapat dicari adalah berupa sarung khas Samarinda, Amplang-makanan khas, Ukiran2 dayak, batu2 Martapura dan juga ada Lampit-tikar rotan.