Bandung City View di malam hari

20 07 2008

Keunikan Bandung akan lebih asyik lagi jika bisa dilihat dari atas. Dan keuntungannya lain dari kota Bandung ini, Bandung diuntungkan dengan posisi kota Bandung yang terbentuk dari lembah sehingga Bandung tersebut juga ada dataran tingginya. Dan ada beberapa tempat di Bandung ini yang bisa melihat panorama ke arah kota yaitu dari Dago Atas/Pakar, Punclut Ciembeulit dan Lembang. Dan dari tiga tempat tersebut di Dago Atas dan Lembang menyediakan tempat nongkrong untuk melihat ke arah kota lebih leluasa yang berupa cafe-cafe.

Kali ini gw mencoba melihat Bandung dari Dago Atas ato Dago Pakar tepatnya. Untuk mencapai daerah ini cukup jalan lurus mengikuti jalan Ir Juanda terus keatas dan sesampai diatas nantinya bakal banyak penunjuk-penunujuk arah pemilik-pemilik cafe. Dan kali ini juga gw mencoba salah satu cafe yang ada di Dago atas tersebut, Lisung Cafe.

Dan ketika masuk cafe tersebut, pemandangannya langsung bagus banget…bener-bener mantab…view Bandung City nya bener-bener lengkap. Dan cafenya sendiri berupa rumah dari kayu yang berada di tebing-tebing yang terdiri dari 2 lantai yang disulap menjadi cafe yang ekslusif. Menunya sendiri lengkap banget dan yang menjadi andalannya adalah Lisung Pizza. Dan selain menu andalan tersebut juga terdapat menu-menu lain standard cafe termasuk juga ada rokok arab (Sisha) dan tentunya minuman-minuman.

Dan di cafe ini juga banyak disediakan tempat duduk baik itu untuk acara resmi, acara untuk santai berupa sofa, untuk berdua, untuk private di pondok-pondok. Dan kursi-kursi terebut juga berbagai tipe dari kursi kayu sampai sofa mahal. Dan untuk mencapai tempat ini, memang tidak ada angkutan umum yang lewat daerah ini, kecuali taksi atau ojek atau nebeng teman…wehehehe…Pokoknya ke Bandung jangan sampai dilewatkan untuk ke Dago Atas ini.





Menelusuri sejarah Banjarmasin

30 06 2008

Banjarmasin masih dikenal sebagai kota tertua di Kalimantan, dan memang kota tertua bukan masih…wehehehe… Nach berhubung kota ini menjadi kota tertua di Kalimantan dan tentunya juga terdapat situs-situs yang menjelaskan jika bener ni kota yang tertua.

Dari info yang gw dapet Banjarmasin ini tadinya berupa daerah yang berupa kesultanan Melayu, yang mana dipimpin oleh bangsa Melayu dari pulau Sumatera . Dan mendapat pengaruh Islam yang sangat kuat dari masuknya Melayu tersebut. Dan awal Sultannya memeluk Islam inilah dijadikan awal mula Kota Banjarmasin ditetapkan alias dijadikan hari jadi yaitu tanggal 24 September 1526.

Dimana Raja pada saat itu dikenal dengan nama SUltan SUriansyah. Dan menyusuri sejarahnya bisa dimulia dengan mengunjungi makamnya Sultan di daerah Kuin, Banjarmasin tepat di seberang dermaga klotok yang akan menuju Pasar Terapung dan Pulau Kembang. Komplek makamnya sangat luas sekali, dan biasanya akan rame di pagi hari, dipenuhi rombongan dari pengajian dan anak-anak sekolah.

Dan jika mau merasakan hawa kesultanan banjar jaman dulu bisa mencoba dengan mencoba shalat subuh di mesjid tertua di Banjarmasin. Lokasinya juga dekat banget dengan makam Sultan Suriansyah tersebut. Masjid ini sangat unik sekali karena masih berasitektur jaman dulu dan yang khas banget masjid ini berkerangka kayu ulin yang sangat kuat dan konon kabarnya kayunya masih asli. Dan jika shalat di masjid sebaiknya saat shalat subuh sebelum bertolak ke Pasar Terapung.





Pasar Intan yang tidak seperti Intan

22 06 2008

Mendengar kata Martapura semua orang pasti akan langsung mengaitkan dengan Intan. Yup, intan dikenal luas berasal dari salah satau kota di Prov Kalsel ini. Nach, tepat di Kota Martapura, ibukota kab Banjar terdapat sebuah pasar yang menjual intan tersebut. Pasarnya berada di dekat Masjid Al Karomah.

Di pasar intan ini tidak hanya menjual batu intan doank tetapi juga mencakup semua batu-batu mulia yang ada baik di Indonesia maupun dunia kali…cos gw denger ada permata dari eropa katanya….wehehehe…

Di pasar ini dijual batu-batu mulai dari harga yang hanya belasan ribu sampai miliaran rupiah. Tetapi kalau kita melihat dari bentuk pasarnya sendiri, mungkin jika orang yang tidak tahu kalo itu pasar intan tidak bakal mengira kalau dipasar tersebut menjual perhiasan yang berharga berjuta-juta atau sampai berjuta kuadrat. Yup…pasarnya hanya seperti pasar kebanyakan pasar di indonesia saja tidak ada yagn istimewa dari segi bentuknya, hanya dibagian depan pasar yang berupa taman memang dibuat desain taman yang katanya mengadopt dari Arab sono. O iya, orang martapura dikenal juga sebagai masyarakat yang memang kebanyakan keturunan Arabnya, sehingga arsitektur-arsitektur disana seperti di Arab kebanyakan.

Dan di pasar ini,kita juga bakal mengira itu bukan pasar karena terdapat sebuah menara yang seperti menara mesjid yang juga ada tulisan arabnya sehingga kita akan mengira disana adanya masjid bukan pasar. Nach begitulah uniknya pasar ini. Dan tenang jika pedagang membuka harga di harga tinggi, jangan takut menawarnya, cobalah setengah harga dari harga yang ditawarkan..gw berhasil koq….so selamat hunting batu permata.

Dan di pasar ini kita juga bisa memperoleh oleh-oleh khas Kalimantan lainnya.