Merasakan suasana Jakarta Tempo Doeloe

15 11 2009

Jakarta sebagai ibukota negara kita, Republik Indonesia yang saat ini disebut juga DKI(Daerah Khusus Ibukota) Jakarta tidak terlepas dari sejarah berdirinya jaman baheula. Nach, untuk saat ini kota Jakarta yang telah berumur beratus tahun ini bisa dirasakan juga bagaimana pentingnya dulu Jakarta di jaman Belanda dulu, Batavia.

kota1

Nach untuk merasakan bagaimana suksesnya Batavia jaman dulu ini kita bisa berkunjung ke daerah Kota namanya yang saat ini termasuk daerah Kotamadya Jakarta Utara atau disebut juga dengan daerah Kota Tua Jakarta atau Old Batavia. Di daerah yang tidak begitu luas ini kita bisa menjumpai gedung-gedung sisa-sisa kesuksesan Batavia jaman dulu dan umumnya juga sudah dijadikan museum seperti Kantor Pos, Bank Indonesia,Museum Fatahillah,  Jembatan Kota Intan, Stasiun, dan masih banyak yang lain.

Untuk saat ini, Kota Tua ini sudah kembali dirawat dengan merehabilitasi gedung-gedung itu kembali seperti Museum Fatahillah dan Museum Bank Indonesia yang sekarang sangat cantik dengan arsitektur Belanda dulu termasuk juga Stasiun kereta api yang dikenal dengan nama Stasiun Beos.

kota2

Untuk mencapai kota ini sangatlah gampang, cukup turun di Halte Busway Kota(paling ujung) koridor 1 (Blok M-Kota) ataupun naik kereta api dan turun di stasiun Kota/Beos dan kemudian dari Halte Kota atau Stasiun Kota ini bisa dilanjutkan dengan jalan kaki menyusuri deretan gedung-gedung tua dimulai dari Museum Bank Mandiri di seberang Halte dan Stasiun. Tetapi jika ingin merasakan sensasi berbeda dengan sensasi jaman dulu bisa menikmati ojek sepeda sampai ke sentral Kota Tua di seputaran Museum Fatahillah. Dari Halte/Stasiun tersebut lebih kurang hanya 500m.

O iya, jika ingin merasakan seperti apa kuliner jaman dulu, disini masih ada cafe Batavia yang sepertinya masih mempertahankan suasana batavia dulu, dan tenang jika pengen masakan jaman sekarang disekitaran Museum Fatahillah ini juga sudah ada pedagang kaki lima dengan jajanan khas seperti nasi goreng, sate dll.

Dan ke sini waktu yang paling tepat datang adalah sore menjelang malam, banyak aktivitas yang ada seperti fotografi, skater, nongkrong ataupun hanya pindah internetan karena PEMDA menyediakan akses hotspot dari TELKOMHotspot. Jadi jika ingin langsung upload status atau foto ketika berada disana bisa langsung dach. Enjoy Jakarta !!!





Masjid ber’Kubah Emas’, Depok

27 01 2009

Rasa penasaran gw belakangan ini tentang sebuahmasjid telah terjawab sudah. Yup, akhir-akhir ini gw sangat penasaran dengan namanya masjid yang berkubah emas.

emas1

Masjid ini nama aslinya Masjid Dian Al Mahri bukan masjid kubah emas seperti yang dikenal saat ini. Masjid ini berada di kec Limo di jalur antara Depok ke Cinere. Masjid ini sangat mudah dijangkau karena berada di pinggir jalan. Dengan kubahnya yang berwarna kuning dan dilapisi emas asli ini memang sangat mencolok dari pinggir jalan. Kubahnya saja terdiri dari 1 buah kubah gede dan 4 kubah kecil yang masing-masing kubah tersebut dilapisi emas yang konon tebalnya 2-3mm dan juga dilengkapi 6 menara yang juga dilapisi emas 24 karat.

emas2

MAsjid ini tidak hanya sebagai rumah ibadah bagi umat Islam, tetapi juga dijadikan sebagai obyek wisata, dimana kita bisa mengagumi masjid yang dibangun oleh pengusaha wanita asal Banten sambil beribadah. Sehingga areal masjid yang sangat luas ini disediakan areal parkir yang luas serta taman-taman yang bagus dan ada petugas di masing-masing titik keramaian.

Belum cukup rasa kagum kita melihat kemegahan masjidnya di luar, di bagian dalam lebih megah lagi dengan ukir2an bergaya timur tengah dapat dijumpai berupa kaligrafi-kaligrafi. Dan tentunya lampu hiasnya yang konon beratnya sampai 6 ton yang didatangkan dari Italia.

Dan untuk mencapai masjid ini juga sangat gampang dari Jakarta bisa dari Arah Cinere maupun dari arah Depok ataupun Bogor-Sawangan.





Gili Nanggu,Lombok

19 09 2008

Selain pantai Senggigi yang sangat terkenal dan sudah mendunia, Lombok juga terkenal dengan Gili-Gilinya. Bukan Gili-GIli kalo di bahasa minang artinya dikitik-dikitik tetapi Gili dalam bahasa Lombok artinya adalah pulau atau nusa.

Yup, Gili-gili ini merupakan pulau-pulau kecil yang berada di lepas-lepas pantai pulau Lombok. Antara lain ada di lepas pantai bagian utara-barat, selatan-barat , utara-timur dan bagian selatan. Keunikan yang tidak bakal kita lupakan, Gili ini mempunyai panorama yang sangat aduhai dengan pasir putihnya dan air lautnya yang berwarna kehijauan dan pantai yang landai panorama bawah laut dengan ikan-ikan berwarna-warni. Salah satu Gili tersebut adalah Gili Nanggu yang terdapat diarah barat daya pulau Lombok. Gili Nanggu ini tadinya hanyalah sebuah private island yang kemudian dibuka untuk umum. Di barat daya ini GIli Nanggu berupa pulau terjauh dari kumpulan 3 pulau yang berdekatan. Pulau ini sangatlah kecil, untuk mengitarinya tidak cukup waktu sejam dengan topografi pantai ada yang berupa pasir dan ada berupa terumbu karang, sehingga pulau ini juga cocok untuk menikmati sunset maupun sunrise. Dan yang tidak harus dilewatkan adalah melihat ikan-ikan warna-warni dengan snorkeling, tidak usah takut untuk yang tidak bisa berenang, snorkeling cukup hanya beberapa meter dari pantai dengan kedalaman hanya sedalam dada orang dewasa dengan arus kecil.

Untuk mencapai pulau ini, kita cukup meyewa kapal motor yang berada di daratan Lombok -daerah sekotong-selatannya pel Lembar , dan ditempuh dalam waktu kurang lebih 20 menit. Dan sebelum menyeberang sebaiknya juga langsung menyewa peralatan snorkelingnya karena di pulau sewanya lebih mahal, sewa diseberang +/- 50 ribu sepaket-ditawar saja. Dan selama penyeberangan kita juga disuguhi panorama pulau Lombok yang juga ciamik dengan backgroun bukit-bukit tandus dan laut biru yang bening.

Untuk fasilitas di pulau ini sudah disediakan beberapa pondok dan tempat berlabuh kapal. Dan saat ini ada pihak swasta yang sedang membangun bungalow berupa resort di tengah pulaunya. O iya, setelah berenag juga tidak usah risau untuk showernya, shower yang tersedia juga sangat unik dengan desain yang tradisional-modern. Dan yang sangat membuat pulau ini nyaman tentunya terbebas dari pedagang asongan maupun warung-warung, sehingga privatisasi kita sangat terjaga, sehingga kita perlu membawa persediaan makan..hehehe…Dan selain itu pulau ini catuan listriknya hanya bergantung 3 tiga buah tenaga angin, sehingga kita juga tidak bakal mendengar suara bising dari perangkat elektronik. Yup, pulau ini sangat cocok sekali bagi mereka yang mendambakan suasana yang sangat hening dengan panorama yang aduhai.