Arsip tag Kalsel

Pasar Terapung Lok Baintan

27 Jan

Kalau ke Banjarmasin tidak lengkap rasanya jika belum berkunjung ke Pasar Terapungnya. Dan gw juga sudah mencoba mengunjungi Pasar Terapung tersebut yang memang tidak jauh dari kota, tetapi menurut teman gw, Pasar Terapung di Banjarmasin itu tidak hanya berada yang di Kuin , tetapi juga masih ada Pasar Terapung yang lebih bagus dan eksotis di sekitaran Banjarmasin.

Lok Baintan sendiri tidak termasuk kedalam daerah kota Banjarmasin karena sebenarnya sudah termasuk ke daerah Kab Banjar. Dari kota Banjarmasin sendiri ke lokasi Pasar Terapung ini butuh waktu lebih kurang 30menit menggunakan klotok ataupun sejam jika membawa mobil sendiri.

Pasar Terapung ini tepatnya berada di Sungai Tabuk yang nantinya juga melewati kota Banjarmasin, sehingga dari kota Banjarmasin bisa ditempuh via darat maupun sungai. Gw sendiri mencoba ke lokasi ini menggunakan darat dengan hanya ditemani peta wisata kota Banjarmasin dengan menyusuri jalan veteran ke arah luar kota dan terus sampai ujung dengan mengikuti petunjuk di pinggir jalan nantinya. Dan memang jika kita via darat memang terasa sangat jauh sekali dan serasa berada di pelosok karena dari jalan yang beraspal mulus nanti kita juga melewati jalanan pinggi sawah/sungai yang masih tanah sepanjang +/- 2 km.

Pasarnya sendiri dimulai pukul 07 pagi sampai jam 9 pagi, dan memang agak siang dibandingin pasar terapung Kuin. Dan jika untuk fotografer yang ingin capture suasana keramain pasar sebaiknya sudah di lokasi pukul 07 pagi tersebut, sehingga suasana keramean pasar masih bisa terekam di spot yang tepat. Karena pasar terapung ini sendiri karena penjualnya menggunakan klotok, maka pasarnya sendiri juga akan mengikuti arus yang ke bawah.

Lelahnya perjalanan ke Muara Teweh, Kalteng

27 Des

Hmmm,,,,pasti pada bingung denger nama nich kota, Muara Teweh. Masih pada asing pastinya. Tapi kalo pada denger Barito, pasti udah pada gak asing, yup salah satu sungai terpanjang dan terlebar di Indonesia. Dan diatasnya bertengger ‘golden gate’nya Indonesia.  Nach, disepanjang sungai barito ini banyak sekali kota-kota kecil baik itu termasuk wil Kalteng maupun Kalsel. Nach kali ini, kita ngomongin salah satu kota di pinggir sungai Barito bagian hulu yaitu Kota Muara Teweh.

dsc_0021-copy

Kota Muara Teweh ini merupakan ibukota kabupaten dari Kab Barito Utara yang masih masuk prov Kalteng. Tetapi jangan heran jika harus ke kota ini dari Palangkaraya, ibukota Kalteng kita kudu melewati kota Banjarmasin yg notabene ibukotanya Kalsel. Yup, karena keterbatan infrastruktur di Kalimantan ini, akses jalan raya yang belum begitu bagus dari Palangkaraya langsung ke kota ini mengharuskan kita harus menempuh perjalanan lebih kurang 13-15 jam perjalanan darat melewati kota-kota di Kalsel. Jalan pintasnya sendiri sebenarnya bisa ditempuh perjalanan cuman 5-8 jam sepertinya. Tapi akses darat dari Banjarmasin-Muara Teweh cukup bagus koq dengan aspal hotmix. Dan seperti halnya kota-kota di Kalimantan, di kota ini juga ada jembatan panjang di atas sungai Barito.

dsc_0009-copy

Kotanya sendiri masih tergolong kota kecil dimana jumlah penduduknya se kabupaten masih 150.000 ‘an. Tetapi dengan status kota kabupaten saat ini di kota ini telah banyak berdiri bank-bank nasional yang juga disediakan ATMnya sehingga penduduk kota ini juga tidak begitu jauh dari teknologi terbaru walaupun kotanya jauh banget. O iya, di kota yang konturnya berbukit-bukit ini juga ada bandara perintis, tetapi sayang saat ini penerbangan ditutup kembali dikarenakan sepi penumpang walaupun sudah bersubsidi.

dsc_0006

Selain akses darat dan udara, ke kota ini juga bisa dilakukan via transportasi air dengan menyusuri sungai barito dari kota Banjarmasin. Dan penduduknya sendiri mayoritas berpenghasilan dari nelayan, pns, tambang dan buruh perkebunan sawit maupun karet. dan kota ini biasanya dijadikan kota transit bagi pekerja tambang batubara sebelum mereka ke camp terdekat. So, bagi yg pengen berpetualangan kota Muara Teweh cocok sekali, tetapi kudu siap stamina yg bagus

Menelusuri sejarah Banjarmasin

30 Jun

Banjarmasin masih dikenal sebagai kota tertua di Kalimantan, dan memang kota tertua bukan masih…wehehehe… Nach berhubung kota ini menjadi kota tertua di Kalimantan dan tentunya juga terdapat situs-situs yang menjelaskan jika bener ni kota yang tertua.

Dari info yang gw dapet Banjarmasin ini tadinya berupa daerah yang berupa kesultanan Melayu, yang mana dipimpin oleh bangsa Melayu dari pulau Sumatera . Dan mendapat pengaruh Islam yang sangat kuat dari masuknya Melayu tersebut. Dan awal Sultannya memeluk Islam inilah dijadikan awal mula Kota Banjarmasin ditetapkan alias dijadikan hari jadi yaitu tanggal 24 September 1526.

Dimana Raja pada saat itu dikenal dengan nama SUltan SUriansyah. Dan menyusuri sejarahnya bisa dimulia dengan mengunjungi makamnya Sultan di daerah Kuin, Banjarmasin tepat di seberang dermaga klotok yang akan menuju Pasar Terapung dan Pulau Kembang. Komplek makamnya sangat luas sekali, dan biasanya akan rame di pagi hari, dipenuhi rombongan dari pengajian dan anak-anak sekolah.

Dan jika mau merasakan hawa kesultanan banjar jaman dulu bisa mencoba dengan mencoba shalat subuh di mesjid tertua di Banjarmasin. Lokasinya juga dekat banget dengan makam Sultan Suriansyah tersebut. Masjid ini sangat unik sekali karena masih berasitektur jaman dulu dan yang khas banget masjid ini berkerangka kayu ulin yang sangat kuat dan konon kabarnya kayunya masih asli. Dan jika shalat di masjid sebaiknya saat shalat subuh sebelum bertolak ke Pasar Terapung.

Pasar Intan yang tidak seperti Intan

22 Jun

Mendengar kata Martapura semua orang pasti akan langsung mengaitkan dengan Intan. Yup, intan dikenal luas berasal dari salah satau kota di Prov Kalsel ini. Nach, tepat di Kota Martapura, ibukota kab Banjar terdapat sebuah pasar yang menjual intan tersebut. Pasarnya berada di dekat Masjid Al Karomah.

Di pasar intan ini tidak hanya menjual batu intan doank tetapi juga mencakup semua batu-batu mulia yang ada baik di Indonesia maupun dunia kali…cos gw denger ada permata dari eropa katanya….wehehehe…

Di pasar ini dijual batu-batu mulai dari harga yang hanya belasan ribu sampai miliaran rupiah. Tetapi kalau kita melihat dari bentuk pasarnya sendiri, mungkin jika orang yang tidak tahu kalo itu pasar intan tidak bakal mengira kalau dipasar tersebut menjual perhiasan yang berharga berjuta-juta atau sampai berjuta kuadrat. Yup…pasarnya hanya seperti pasar kebanyakan pasar di indonesia saja tidak ada yagn istimewa dari segi bentuknya, hanya dibagian depan pasar yang berupa taman memang dibuat desain taman yang katanya mengadopt dari Arab sono. O iya, orang martapura dikenal juga sebagai masyarakat yang memang kebanyakan keturunan Arabnya, sehingga arsitektur-arsitektur disana seperti di Arab kebanyakan.

Dan di pasar ini,kita juga bakal mengira itu bukan pasar karena terdapat sebuah menara yang seperti menara mesjid yang juga ada tulisan arabnya sehingga kita akan mengira disana adanya masjid bukan pasar. Nach begitulah uniknya pasar ini. Dan tenang jika pedagang membuka harga di harga tinggi, jangan takut menawarnya, cobalah setengah harga dari harga yang ditawarkan..gw berhasil koq….so selamat hunting batu permata.

Dan di pasar ini kita juga bisa memperoleh oleh-oleh khas Kalimantan lainnya.

Pulau Kembang pulaunya raja monyet

19 Jun

Masih dari sisa perjalanan dari Pasar Terapung, selain mencoba Soto Banjar yang dijual terapung juga. Kita juga bisa mengunjungi tempat yang tidak kalah uniknya dari pasar terapung itu sendiri. Tepat di tengah sungai Barito, ada daratan juga yang disebut pulau dan dikenal namanya dengan Pulau Kembang.

Kenapa disebut Pulau Kembang, konon katanya Pulau yang merupakan delta dari sungai Barito ini hanya berupa tumpukan tanah biasa dan lama berkembang terus dengan semakin banyak tanahnya dan kemudian ditumbuhi tumbuhan sehingga terus berkembang, sehingga nama delta tersebut menjadi Pulau Kembang.

Pulau ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan khas Kalimantan, dan saat ini dihuni oleh kawanan monyet yang termasuk jenis kera berekor panjang alias monyet. Dan di tengah-tengah pulau katanya juga ada rajanya dengan tubuh yang lebih besar. Di pulau yang daerah administrasinya termasuk ke Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini terdapat tempat untuk pemujaan bagi etnis Tionghoa, dimana ada berupa tempat pemujaan disertai replika monyet putih/ Hanoman.

Untuk mencapai pulau ini tidak begitu susah apalagi sebelumnya telah mengunjungi Pasar Terapung, pulau ini sebenarnya sudah kelihatan ketika kita akan menuju Pasar tersebut. Dan setelah mengunjungi Pasar Terapung biasanya yang punya jukung akan menawari apakah kita berminat ke Pulau Kembang atau tidak, atau jika tidak ditawari cukup ditanyakan ke yang punya jukungnya apakah bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Kembang.

Dan sebelum bersandar di pulau Kembang sebaiknya barang-barang kecil disembunyikan didalam tas dan dipegang erat baik itu kacamata, topi, arloji, kamera, karena kalau tidak, bakal dicolong oleh monyet-monyet tersebut. Dan sebaiknya siapkan saja makanan-makanan kecil untuk diberikan ke kawanan monyet tersebut. Monyet-monyet disini sangat agresif, bisa jadi karena mereka kelaparan….Dan jika takut dengan monyet sebaiknya jangan sampai bersandar atau mendekat ke dermaganya, karena bakal histeria melihat monyet yang sangat agresif-agresify yang naik ke jukung, cukup melihat dari jauh-jauh saja bagaimana monyet-monyet itu bertingkah.

 

 

 

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 124 pengikut lainnya.