Lelahnya perjalanan ke Muara Teweh, Kalteng

27 12 2008

Hmmm,,,,pasti pada bingung denger nama nich kota, Muara Teweh. Masih pada asing pastinya. Tapi kalo pada denger Barito, pasti udah pada gak asing, yup salah satu sungai terpanjang dan terlebar di Indonesia. Dan diatasnya bertengger ‘golden gate’nya Indonesia.  Nach, disepanjang sungai barito ini banyak sekali kota-kota kecil baik itu termasuk wil Kalteng maupun Kalsel. Nach kali ini, kita ngomongin salah satu kota di pinggir sungai Barito bagian hulu yaitu Kota Muara Teweh.

dsc_0021-copy

Kota Muara Teweh ini merupakan ibukota kabupaten dari Kab Barito Utara yang masih masuk prov Kalteng. Tetapi jangan heran jika harus ke kota ini dari Palangkaraya, ibukota Kalteng kita kudu melewati kota Banjarmasin yg notabene ibukotanya Kalsel. Yup, karena keterbatan infrastruktur di Kalimantan ini, akses jalan raya yang belum begitu bagus dari Palangkaraya langsung ke kota ini mengharuskan kita harus menempuh perjalanan lebih kurang 13-15 jam perjalanan darat melewati kota-kota di Kalsel. Jalan pintasnya sendiri sebenarnya bisa ditempuh perjalanan cuman 5-8 jam sepertinya. Tapi akses darat dari Banjarmasin-Muara Teweh cukup bagus koq dengan aspal hotmix. Dan seperti halnya kota-kota di Kalimantan, di kota ini juga ada jembatan panjang di atas sungai Barito.

dsc_0009-copy

Kotanya sendiri masih tergolong kota kecil dimana jumlah penduduknya se kabupaten masih 150.000 ‘an. Tetapi dengan status kota kabupaten saat ini di kota ini telah banyak berdiri bank-bank nasional yang juga disediakan ATMnya sehingga penduduk kota ini juga tidak begitu jauh dari teknologi terbaru walaupun kotanya jauh banget. O iya, di kota yang konturnya berbukit-bukit ini juga ada bandara perintis, tetapi sayang saat ini penerbangan ditutup kembali dikarenakan sepi penumpang walaupun sudah bersubsidi.

dsc_0006

Selain akses darat dan udara, ke kota ini juga bisa dilakukan via transportasi air dengan menyusuri sungai barito dari kota Banjarmasin. Dan penduduknya sendiri mayoritas berpenghasilan dari nelayan, pns, tambang dan buruh perkebunan sawit maupun karet. dan kota ini biasanya dijadikan kota transit bagi pekerja tambang batubara sebelum mereka ke camp terdekat. So, bagi yg pengen berpetualangan kota Muara Teweh cocok sekali, tetapi kudu siap stamina yg bagus





Menelusuri sejarah Banjarmasin

30 06 2008

Banjarmasin masih dikenal sebagai kota tertua di Kalimantan, dan memang kota tertua bukan masih…wehehehe… Nach berhubung kota ini menjadi kota tertua di Kalimantan dan tentunya juga terdapat situs-situs yang menjelaskan jika bener ni kota yang tertua.

Dari info yang gw dapet Banjarmasin ini tadinya berupa daerah yang berupa kesultanan Melayu, yang mana dipimpin oleh bangsa Melayu dari pulau Sumatera . Dan mendapat pengaruh Islam yang sangat kuat dari masuknya Melayu tersebut. Dan awal Sultannya memeluk Islam inilah dijadikan awal mula Kota Banjarmasin ditetapkan alias dijadikan hari jadi yaitu tanggal 24 September 1526.

Dimana Raja pada saat itu dikenal dengan nama SUltan SUriansyah. Dan menyusuri sejarahnya bisa dimulia dengan mengunjungi makamnya Sultan di daerah Kuin, Banjarmasin tepat di seberang dermaga klotok yang akan menuju Pasar Terapung dan Pulau Kembang. Komplek makamnya sangat luas sekali, dan biasanya akan rame di pagi hari, dipenuhi rombongan dari pengajian dan anak-anak sekolah.

Dan jika mau merasakan hawa kesultanan banjar jaman dulu bisa mencoba dengan mencoba shalat subuh di mesjid tertua di Banjarmasin. Lokasinya juga dekat banget dengan makam Sultan Suriansyah tersebut. Masjid ini sangat unik sekali karena masih berasitektur jaman dulu dan yang khas banget masjid ini berkerangka kayu ulin yang sangat kuat dan konon kabarnya kayunya masih asli. Dan jika shalat di masjid sebaiknya saat shalat subuh sebelum bertolak ke Pasar Terapung.





Pasar Intan yang tidak seperti Intan

22 06 2008

Mendengar kata Martapura semua orang pasti akan langsung mengaitkan dengan Intan. Yup, intan dikenal luas berasal dari salah satau kota di Prov Kalsel ini. Nach, tepat di Kota Martapura, ibukota kab Banjar terdapat sebuah pasar yang menjual intan tersebut. Pasarnya berada di dekat Masjid Al Karomah.

Di pasar intan ini tidak hanya menjual batu intan doank tetapi juga mencakup semua batu-batu mulia yang ada baik di Indonesia maupun dunia kali…cos gw denger ada permata dari eropa katanya….wehehehe…

Di pasar ini dijual batu-batu mulai dari harga yang hanya belasan ribu sampai miliaran rupiah. Tetapi kalau kita melihat dari bentuk pasarnya sendiri, mungkin jika orang yang tidak tahu kalo itu pasar intan tidak bakal mengira kalau dipasar tersebut menjual perhiasan yang berharga berjuta-juta atau sampai berjuta kuadrat. Yup…pasarnya hanya seperti pasar kebanyakan pasar di indonesia saja tidak ada yagn istimewa dari segi bentuknya, hanya dibagian depan pasar yang berupa taman memang dibuat desain taman yang katanya mengadopt dari Arab sono. O iya, orang martapura dikenal juga sebagai masyarakat yang memang kebanyakan keturunan Arabnya, sehingga arsitektur-arsitektur disana seperti di Arab kebanyakan.

Dan di pasar ini,kita juga bakal mengira itu bukan pasar karena terdapat sebuah menara yang seperti menara mesjid yang juga ada tulisan arabnya sehingga kita akan mengira disana adanya masjid bukan pasar. Nach begitulah uniknya pasar ini. Dan tenang jika pedagang membuka harga di harga tinggi, jangan takut menawarnya, cobalah setengah harga dari harga yang ditawarkan..gw berhasil koq….so selamat hunting batu permata.

Dan di pasar ini kita juga bisa memperoleh oleh-oleh khas Kalimantan lainnya.