Lika liku perjalanan di pedalaman Kalteng

17 01 2009

Hmmmm…perjalanan gw kali ini juga gak begitu banyak dan bagi orang kota mungkin gak terlalu menarik karena gw hanya masuk-masuk ke pedalaman Kalimantan khusunya Kalteng. Tetapi tunggu dulu, perjalanan ke pedalaman Kalteng serasa sudah muter-muter keliling indonesia karena ternyata areanya luas banget.

Dan bukan hanya karena areanya yang luas yg bikin kita berucap cukup hanya sekali ke daerah tersebut (terutama untuk kabupaten pemekaran baru) atau emang klo bagi yg jiwa petualang pengen banget kayaknya berulang-ulang karena :

1. Jalan berlumpur…a.k.a Kuala Lumpur

dsc_0101

Yup..karena masih berupa daerah-daerah pemekaran baru, so jalan-jalan utama menuju ibukota kabupaten-kabupaten tersebut otomatis belum bagus, tepatnya sedang diperbaiki atau diupgrade kualitas jalannya. sehingga ketika dalam proses upgrade kualitas jalan tsb, kalimantan yg sering hujan ini akan menjadi surga lumpur sehingga akan menyulitkan kita untuk melewati jalan tsb, padahal hanya itu satu-satunya akses. Jadi jika musim hujan dan perlu ke daerah2 pemekaran seperti Kuala Kurun, Puruk Cahu, Lamandau dan Sukamara perlu disiapkan kendaraan yg prima.

o iya..ini ada videonya..

2. Jalan perintis a.k.a tour of sawit

dsc_0169

Nach untuk beberap daerah seperti ke Lamandau dan Sukamara perjuangan jadi lebih berat lagi karena kita kudu harus melewati jalan perintis yang notabene jalan perusahaan sawit yang pasti otomatis jalantersebut emang dikhusukan untuk per sawit saja sebenarnya. Yup, masih jalan tanah. Jalan-jalan seperti ini sangat banyak jika kita harus masuk ke kota-kota kecamatan seperti ke Kuala Kuayan ataupun Sebabi. Dan untuk jalanjenis ini hati-hati jik amusim hujan karena licin, serta harus memperhatikan petunjuk2 kecil di perempatan blok-blok sawit karena di perkebunan yang semu perempatannya sangat mirip, jadigampang kesasar. Tetapi jika musim kemarau hati-hati ma debunya.

3. Nyebrang dgn feri darurat

dsc_0140

Kalimantan juga identik dengan pulau yang banyak sungai dan kota-kota di kalimantan ini juga mayoritas berada di pinggir sungai. Dan jangan kaget jika untuk menuju ke beberapa kota dan karena masih terbatas jembatanya , so kita perlu nyebrang ke kota tersebut dgn bantuan feri darurat alias gabungan beberapa yang dirubah menjadi rakit yg bisa membawa mobil 2-4 mobil sekali angkut.

dsc_0011

Untuk kasus-kasus ini terjadi di daerah yang jemabatan penyebrangannya belum jadi karena jembatan masig dalam progress pembangunan seperti Kuala Pembuang, Puruk Cahu dan Buntok.

4. dll seperti akrobat jalanan

dsc_0167

Hehehe…selama perjalanan jika stress bisa dihibur dengan akrobat-akrobat di jalanan seperti motor yang diisi dengan drum-drum air maupun BBM dan diatas drum-drum tsb ada penumpangnya juga.

Dan dari paparan diatas, semua infrastruktur tersebut semuanya dalam progress pembangunan, so kemungkinan thn 2010 kemungkinan akses- akses di pedalaman kalteng semoga semakin lancar.





Lelahnya perjalanan ke Muara Teweh, Kalteng

27 12 2008

Hmmm,,,,pasti pada bingung denger nama nich kota, Muara Teweh. Masih pada asing pastinya. Tapi kalo pada denger Barito, pasti udah pada gak asing, yup salah satu sungai terpanjang dan terlebar di Indonesia. Dan diatasnya bertengger ‘golden gate’nya Indonesia.  Nach, disepanjang sungai barito ini banyak sekali kota-kota kecil baik itu termasuk wil Kalteng maupun Kalsel. Nach kali ini, kita ngomongin salah satu kota di pinggir sungai Barito bagian hulu yaitu Kota Muara Teweh.

dsc_0021-copy

Kota Muara Teweh ini merupakan ibukota kabupaten dari Kab Barito Utara yang masih masuk prov Kalteng. Tetapi jangan heran jika harus ke kota ini dari Palangkaraya, ibukota Kalteng kita kudu melewati kota Banjarmasin yg notabene ibukotanya Kalsel. Yup, karena keterbatan infrastruktur di Kalimantan ini, akses jalan raya yang belum begitu bagus dari Palangkaraya langsung ke kota ini mengharuskan kita harus menempuh perjalanan lebih kurang 13-15 jam perjalanan darat melewati kota-kota di Kalsel. Jalan pintasnya sendiri sebenarnya bisa ditempuh perjalanan cuman 5-8 jam sepertinya. Tapi akses darat dari Banjarmasin-Muara Teweh cukup bagus koq dengan aspal hotmix. Dan seperti halnya kota-kota di Kalimantan, di kota ini juga ada jembatan panjang di atas sungai Barito.

dsc_0009-copy

Kotanya sendiri masih tergolong kota kecil dimana jumlah penduduknya se kabupaten masih 150.000 ‘an. Tetapi dengan status kota kabupaten saat ini di kota ini telah banyak berdiri bank-bank nasional yang juga disediakan ATMnya sehingga penduduk kota ini juga tidak begitu jauh dari teknologi terbaru walaupun kotanya jauh banget. O iya, di kota yang konturnya berbukit-bukit ini juga ada bandara perintis, tetapi sayang saat ini penerbangan ditutup kembali dikarenakan sepi penumpang walaupun sudah bersubsidi.

dsc_0006

Selain akses darat dan udara, ke kota ini juga bisa dilakukan via transportasi air dengan menyusuri sungai barito dari kota Banjarmasin. Dan penduduknya sendiri mayoritas berpenghasilan dari nelayan, pns, tambang dan buruh perkebunan sawit maupun karet. dan kota ini biasanya dijadikan kota transit bagi pekerja tambang batubara sebelum mereka ke camp terdekat. So, bagi yg pengen berpetualangan kota Muara Teweh cocok sekali, tetapi kudu siap stamina yg bagus





Manisnya kota Pangkalan Bun, Kalteng

6 12 2008

Pangkalan Bun merupakan salah satu kota kabupaten tepatnya ibukota kabupaten Kotawaringin Barat di provinsi Kalteng tepatnya berada di bagian barat Kalteng dan juga diklaim sebagai kota pintu gerbang bagian baratnya Kalteng. Kota ini berjarak 10-12 jam perjalanan darat dari kota Palangkaraya.

pbu

Kota yang dijuluki kota Manis (Minat, Aman,Nikmat, Indah dan Segar)  ini dapat dijangkau via darat, udara maupun laut, jadi kota yang sudah dapat berdiri sendiri tanpa bergantung ke ibukota provnya di Palangkaraya. Untuk rute udara sendiri bisa melayani ke Jakarta maupun Semarang, begitu pula laut yang bisa langsung ke Semarang via pelabuhan Kumai. Dan memang kota ini sebenarnya berseberangan dengan kota Semarang di pulau Jawa jika ditarik garis tegak lurus ke Kalimantan.

Kota yang konturnya berbukit dan berlembah dan juga berada di pinggir sungai arut ini sangat rapi dalam tata kotanya. Jalanan yang telah dibagi 2 jalur juga ditunjang oleh pengaturan komplek perkantoran, perumahan dan pusat bisnis di lokasi-lokasi tertentu.

pbu3

Di kota ini juga terdapat cagar budaya berupa Istana Kuning-istana peninggalan kerajaan Kutaringin. Istana ini terdapat di tengah kota Pangkalan Bun tepatnya di daerah Radja dekat dengan daerah pasar.

pbu2

Selain istana ini kota ini juga menawarkan petualangan ke pusat penagkaran oran utan di Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP).

Dan kota ini juga sebagai base untuk kantor-kantor perkebunan kelapa sawit yang di kabupaten ini sangat menjamur.

Dan dari kota ini, oleh-oleh yang sangat terkenal adalah batu kecubungnya. So silahkan nikmati manisnya Pangkalan Bun yang sedang berkembang ini. Dna menurut gw kota ini lebih prospek dibandingkan kota Palangkaraya untuk dijadikan kota bisnis.