Eksotisme Lombok

26 08 2008

Pulau Lombok adalah pulau yang terletak sebelah timur Bali yang daerah administratifnya termasuk ke provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Di pulau Lombok ini terdapat kota yang merupakan ibukota dari provinsi NTB tersebut yaitu Kota Mataram. NTB sudah termasuk yang lebih maju pemikirannya di bidang pemerintahan karena kota administratif dibedakan dengan kota bisnisnya yang terdapat di Kota Cakranegara, sehingga di kota Mataram kotanya rapi, bersih dan teratur.

Di pulau ini juga terdapat bandar udara Selaparang yang terdapat di Ampenan yang masih melayani rute domestik ke kota Denpasar(Bali), Jakarta dan kota-kota kecil lain di NTB. Dan bandara ini sangat prospek sekali untuk dibuka akses internasionalnya, karena penumpangnya kebanyakan turis dengan berbahasa Perancis serta Jerman dan tentunya Inggris. Yup, ternyata pemerintahannya sudah menangkap, ide tersebut dengan telah/sedang membangun bandara internasional Lombok yang posisinya juga di tengah-tengah pulau Lombok, sehingga akses ke tempat-tempat wisata yang berada di pulau tersebut sangat gampang.

Tidak seperti yang ada di Bali yang mayoritas penduduknya beragama Hindu, ternyata di Lombok dengan suku aslinya, Sasak ternyata beragama Islam. Sehingga ketika akan mendarat di bandara kita akan melihat banyak Masjid dimana-mana.

Dari segi obyek wisata Lombok sendiri tidak kalah dibanding Bali antara lain :

1. Pantai Senggigi >>> sebelah barat..cocok untuk sunset

2. Pantai Kuta >>> sebelah selatan..panorama pasir putih yang masih natural dan background bukit

3. Pulau-pulau/Gili a.l : Trawangan, Aer, Nanggu >>> dengan pasir putih dan terumbu karang

4. Pura-pura

5. Gunung Rinjani

6. Air terjun di kaki gunung

7. Wisata budaya ke Sasak Village

8. Wisata budaya ke kampung pembuatan songket

9. Kerajinan Mutiara

10. Oleh-oleh dari rumput laut

Salah satu view di Gili

Salah satu view di Gili

Dan yang sangat membedakan antara Bali dengan Lombok adalah Lombok masih dengan obyek wisata yang masih alami dan dengan situasi yang masih sepi di obyek-obyeknya sehingga sangat cocok untuk pasangan yang berbulan madu. Dan yang harus prepare adalah harus sedia uang tunai kemana-mana karena mencari ATM masih susah ditemukan baik itu di pusat kota apalagi di obyek2 wisatanya.

ps : foto-foto akan menyusul beserta ulasan per obyek wisatanya.





Pulau Kembang pulaunya raja monyet

19 06 2008

Masih dari sisa perjalanan dari Pasar Terapung, selain mencoba Soto Banjar yang dijual terapung juga. Kita juga bisa mengunjungi tempat yang tidak kalah uniknya dari pasar terapung itu sendiri. Tepat di tengah sungai Barito, ada daratan juga yang disebut pulau dan dikenal namanya dengan Pulau Kembang.

Kenapa disebut Pulau Kembang, konon katanya Pulau yang merupakan delta dari sungai Barito ini hanya berupa tumpukan tanah biasa dan lama berkembang terus dengan semakin banyak tanahnya dan kemudian ditumbuhi tumbuhan sehingga terus berkembang, sehingga nama delta tersebut menjadi Pulau Kembang.

Pulau ini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan khas Kalimantan, dan saat ini dihuni oleh kawanan monyet yang termasuk jenis kera berekor panjang alias monyet. Dan di tengah-tengah pulau katanya juga ada rajanya dengan tubuh yang lebih besar. Di pulau yang daerah administrasinya termasuk ke Kabupaten Barito Kuala, Kalsel ini terdapat tempat untuk pemujaan bagi etnis Tionghoa, dimana ada berupa tempat pemujaan disertai replika monyet putih/ Hanoman.

Untuk mencapai pulau ini tidak begitu susah apalagi sebelumnya telah mengunjungi Pasar Terapung, pulau ini sebenarnya sudah kelihatan ketika kita akan menuju Pasar tersebut. Dan setelah mengunjungi Pasar Terapung biasanya yang punya jukung akan menawari apakah kita berminat ke Pulau Kembang atau tidak, atau jika tidak ditawari cukup ditanyakan ke yang punya jukungnya apakah bisa melanjutkan perjalanan ke Pulau Kembang.

Dan sebelum bersandar di pulau Kembang sebaiknya barang-barang kecil disembunyikan didalam tas dan dipegang erat baik itu kacamata, topi, arloji, kamera, karena kalau tidak, bakal dicolong oleh monyet-monyet tersebut. Dan sebaiknya siapkan saja makanan-makanan kecil untuk diberikan ke kawanan monyet tersebut. Monyet-monyet disini sangat agresif, bisa jadi karena mereka kelaparan….Dan jika takut dengan monyet sebaiknya jangan sampai bersandar atau mendekat ke dermaganya, karena bakal histeria melihat monyet yang sangat agresif-agresify yang naik ke jukung, cukup melihat dari jauh-jauh saja bagaimana monyet-monyet itu bertingkah.

 

 

 





‘Golden Gate’nya Banjarmasin

13 06 2008

Kita semua pasti sudah kenal jembatan yang panjang yang berwarna merah yang sering menjadi tema-tema wallpaper di kalender-kalender tahunan. Jembatan yang berada di San Fransisco, USA sono itu terkenal banget sebagai pintu gerbang San Fransisco. Yup Golden Gate. Nach di Kalimantan juga ada juga jembatan yang gak kalah sama jembatan yang di daratan Amrik sono.

Jemb Barito dari sisi barat

Nach, di Kalimantan tepatnya di prov Kalimantan Selatan ada jembatan yang meng-adopt jembatan seperti di San Fransisco tersebut, yaitu jembatan Barito. Jembatan ini dibangun semasa orde baru ketika presiden Soeharto berkuasa dan diresmikan di tahun 1997 oleh Presiden Soeharto juga. Kebanyakan orang mengenal bahwa jembatan ini berada atau tepatnya membelah kota Banjarmasin, tetapi sayang tidak, karena jembatan ini berada di luar kota Banjarmasin, tepatnya di Kabupaten Barito Kuala, salah satu kabupaten di prov Kalsel yang berbatasan langsung dengan kota Banjarmasin.

Barito di kala sunset

Jembatan ini berada diatas sungai Barito yang lebarnya +/- 800m sehingga dinamai jembatan Barito. Jembatan ini panjangnya melebihi 1km yaitu 1km lebih 82 meter. Dan dibawah jembatannya juga terdapat sebuah pulau kecil, Pulau Bakut.

Jika kita berkendara dari kota Palangkaraya menuju Bajarmasin, jembatan ini merupakan jembatan panjang ke-4 yang kita temui yang menyebarangi sungai. Di jembatan ini sangat cocok untuk menikmati sunset di kala sore, apalagi disediakan sebuah taman yang berada disisi timurnya, tapi sayang tamannya sudah tidak terawat. Dan dari atas jembatan yang lebarnya hanya 15 meter ini kita juga bisa melihat kapal-kapal tongkang pembawa batubara yang akan ke kota Banjarmasin dari tambang2nya yang berada di hilir sungai Barito.

So jika sempat berkunjung ke kota Banjarmasin, jangan lupa mengunjungi jembatan ini yang bisa ditempuh hanya 15menit dari pusat kota. Atau jika sempat ke kota Palangkaraya bisa juga menggunakan alternatif jalur ini untuk jalur pulang dengan jalur darat dan selanjutnya melanjutkan perjalanan ke kota lain via bandara di Banjarmasin dengan selama perjalanan akan menikmati betapa banyaknya jembatan yang panjang-panjang di Kalimantan. Hayo ada yang tau gak berapa buah jembatan panjang yang lebih dari 500m sepanjang perjalanan PLK-BJM?……