Korean Village…a real of korea

22 10 2008

Setelah sebelumnya kita mengetahui secara garis besar bagaimana kehidupan korea itu via museum, nach sekarang kita bisa melihat secara langsung bagaimana aktivitas mereka di daerah aslinya, tepatnya kita bisa melihat itu semua seperti layaknya masy Lombok dengan Sasak Villagenya, maka korea juga punya Korean Village.

Korean Village berada di tengah kota, sehingga sangat gampang dicapai dari kota metropolis Seoul. Sehingga bagi mereka yang belum pernah tahu bagaimana kehidupan masyarakat aslinya bisa langsung berkunjung ke Korean Village ini. Areanya sangat luas, dan dibentuk benar-benar persis seperti perkampungan Korea asli, dan konon kabarnya Korean Village ini aslinya memang perkampungan asli yang memang dipertahankan sebagai cagar budayanya. Dan hanya saja penduduk aslinya yangmemang sudah tidak ada, tetapi di korean village masih tetap ada masyarakatnya yang diwakili oleh para aktor/aktris yang berperan sebagai penduduk asli dan digaji oleh dep pariwisatanya.

Di Korean Village ini kita bisa melihat bentuk rumah mereka yang atapnya terbuat dari jerami dan juga bisa masuk kedalam rumahnya yang unik dimana ruangannya ato tepatnya dibawah lantai ruangannya yang kayu tersebut terhubung ke dapur dimana disana ada semacam tungku sehingga jika dimusim dingin ruangan di kamar tetap hangat. Dan kamar laki-laki dan wanita terpisah. Dan jika suami istri ingin berhubungan maka istrinya harus masuk ke kamar laki-lakinya. Dan yang unik lagi diluar rumah digantung macam-macam hasil ladangnya seperti padi,gandum,jagung dan buah-buahan dan ada satu yang unik lagi ada gantungan tepatnya ukiran dari kayu yang menyerupai alat kelamin laki-laki alias p*ni* yang tidak hanya satu seperti gambar diatas yang konon kabarnya itu untuk mendapatkan anak laki-laki.

Dan di masyarakat korea ini anak laki-laki dipisah dengan anak perempuan, mereka hanya bisa ketemu kalo misalnya mereka udah nikah. Ini bisa dilihat dari permainan mereka yang terpisah antara permainan anak laki-laki dan anak perempuan dengan tempat yang berbeda pula tentunya.

Permainan anak cowok berupa tarian yang menawarkan akrobat-akrobat dengan tali yang panjang yang berada di topinya yang bisa berputar-putar, sedangkan yang cewek permainanannya lebih ekstrim.

Gw merasa permainan mereka ini serasa kebalik malah yang cewek yang ekstrim. Dan yang tak boleh dilewatkan satu lagi adalah ada sebuah kepercayaan dimana di kampung asli tersebut disediakan sebuah wadah seperti guci dan jika kita bisa memasukkan kayu sebesar telunjuk sepanjang satu meteran dari jarak 2-3 meter 5x berturut-turut maka semua keinginan ketika kita memasukkan kayu tersebut akan terkabul. So, jika sempat berkunjung ke Seoul, Korsel lokasi ini jangan sampai terlewatkan. Dan disini juga terdapat stan untuk mencari oleh-oleh, dan yang khas tentunya miniatur rumah korea.

ps : o iya, mohon dikoreksi jika ada info diatas yang keliru karena info diatas sesuai info dari tour guide gw.





Mengenal Korea ‘via’ Museum

12 10 2008

Jika berkesempatan berkunjung ke negara Korea Selatan(Korsel) atau berniat berkunjung ke Korsel, tempat wajib yang harus dikunjungi adalah museumnya yaitu National Folk Museum of Korea. Museum ini berada di tengah kota Seoul ibukota negara Korsel. Dan museum ini malah dikepung oleh gedung-gedung bertingkat sekelilingnya. Dan meuseum ini juga bersebelahan lokasinya dengan kantor perdana menteri dari negara ginseng ini yang disebut Blue House.

Dan konon tadinya komplek museum ini adalah eks komplek istana kekaisaran Korea yaitu istana Gyeongbokgung yang saat ini tidak berfungsi lagi. Sejak museum ini digabungkan dengan kompleks istana tersebut, maka museum ini sangat luas sekali. Pertama masuk kita akan disuguhi oleh patung-patung yan g konon katanya itu merupakan patung di pusara kuburan-kuburan dan juga ada ukiran-ukiran kayu yang disebut jangseung sebagai penyukses panen dan seterusnya kita akan disuguhi bangunan tinggi berupa seperti pagoda yang dibawahnya ada ruang museum utama/exhibition hall.

Di ruang exhibition hall ini terbagi beberapa ruangan yang saling menyatu, dimana disini kita bisa belajar mengenai bagaimana kehidupan masyarakat korea jaman dulu sampai sekarang, asal muasal korea, proses perkawinan di korea, etnis yang ada di korea, suasana pedesaan korea, pakaian daerah , rumah-rumah khas korea dan tentunya juga benda-benda kuno asli korea yang kesemuanya  diceritakan di beberapa diorama seperti halnya diorama di Monas, Jakarta tetapi disini sangat lengkap sekali.

Selain kehidupan korea, disini juga diceritakan bagaimana proses pembuatan Kimchi-sayuran khas korea, huruf kanji korea dan tentunya ginseng korea. Selain exhibition hall juga tersedia musem khusus anak-anak. Setelah puas mengenal korea lebih dekat di ruangan, masih banyak juga yang menarik di area luar museum. Selain ada patung pemanggil panen, disini kita bisa memasuki area bekas istana dan melihat ruang-ruangannya yang sangat megah dengan ciri khas ruangannya adalah warna merah.Dan setelah puas berkeliling dan tentunya bangunan yang sangat kokoh biarpun terdiri dari kayu-kayu. Dan di luar area istana kita bisa berfoto dengan aktor-aktor yang berperan seolah-olah masih sebagai penjaga istana jaman dulu.

Dan jadikanlah foto bersama penjaga sebagai oleh-oleh dari museum korea ini. Cukup seharian di museum ini, kita sudah bisa mengenal korea hampir 100% saking lengkapnya isi museum ini. *kunjungan wajib*





Bandara Selaparang, Lombok

7 10 2008

Dengan kode AMI berarti kita menuju/telah dari bandara di Pulau Lombok. Mungkin AMI lebih kurang singkatan dari AMpenan Indonesia..(sorry ini asal)…Kenapa Ampenan ? Karena bandara Selaparang ini berada di kecamatan Ampenan di kota Mataram, ibukotanya NTB yang berada di pulau Lombok. Dan namanya Selaparang? GW juga gak tau kenapa disebut Selaparang, biasanya sich nama pahlawan lokal sana….andara ini berasitektur bergaya rumah adat suku Sasak dengan ciri khas atap yang bersegi.

Bandara Selaparang ini berada tidak begitu jauh dari kota Mataramnya kurang lebih 15 menit ke kotanya. Bandara ini melayani penerbangan domestik ke Jakarta, Denpasar(Bali) serta Surabaya dan ke kota kecil lain di NTB, pulau Sumbawanya. Bandara ini berada di tengah-tengah perkampungan penduduk dan dikelilingi sawah-sawah penduduk seperti terlihat di gambar atas. Bandara ini juga melayani rute internasional ke Singapura. Adapun airline yang melayani rute kesini seperti Garuda, Lion, Batavia, Merpati serta pesawat charter dan Silk Air ke Singapura.

Dan untuk kondisi saat ini menurut gw bandaranya sudah tidak layak lagi dengan jumlah penumpang yang ada, karena bandaranya masih kecil dan kemungkinan permintaan penerbangan dengan request tujuan ke Lombok sudah sangat banyak terbukti dengan seat-seat dari airlines yang terisi hampir penuh terus dan dengan rates yang juga tidak sangat bersaing alias mahal.

Dan ternyata ini tidak hayalan gw semata klo nantinya Lombok bakal punya bandara yang layak untuk menampung penumpang yang membludak serta dengan desain yang bagus tentunya. Saat ini pemrov sana lagi membangun bandara baru yang akan melayani banyak rute internasional dan lokasinya juga akan berada jauh dari bandara saat ini dan tentunya juga jauh dari kota Mataram, tapi tenang lokasinya berada di tengah-tengah pulau Lombok sehingga akan memudahkan bagi wisatawan-wisatawan menuju ke lokasi-lokasi favorit di Lombok yang memang menyebar. O iya, nantinya bandara ini akan mempunyai nama Bandara Internasional Lombok….Sip dach dengan bandara baru ini gw berharap Lombok bisa mengimbangi laju wisatawan ke Indonesia sehingga turis-turis luar tidak hanya mengenal Bali. Dan Lombok beneran bisa menjadi Bali keduanya Indonesia.